Dibalik Pembuatan RV770 (AMD Radeon HD 4870),Sang NVIDIA Killer !(bag.1)

Posted: Desember 18, 2010 in Cerpen
Tag:, , , , ,

“Artikel ini merupakan terjemahan (dengan sedikit gubahan dan penambahan) dari artikel yang dimuat oleh situs anandtech pada akhir tahun 2008 lalu. Pada saat itu, tentu kita tahu bahwa AMD berhasil merebut singgasana Raja Graphic Card dari tangan NVIDIA.  Hal ini tentu saja membawa perubahan besar bagi dunia Hardware Game PC, harga Graphic card high end yang pada mulanya berada pada kisaran US$ 500-600 merosot tajam menjadi  hanya sekitar US$300 ketika AMD Radeon HD 4xxx diluncurkan. Setengah harga dengan performa  sedikit lebih baik, siapa yang tidak tergoda??

“Apa yang terjadi sebenarnya sehingga AMD berani meluncurkan produk yang memiliki performa luar biasa tentu menarik untuk disimak. Terdapat beragam kisah dibaliknya, baik sedih maupun senang, suka ataupun duka. Artikel ini akan mengupas segalanya. Siapkan teh, makanan kecil serta makanan besar ^_^, dan jangan sampai anda bosan sebelum tuntas membacanya.”

Inilah email yang memulai segalanya

Hi Anand,
Anda ada janji bertemu dengan Carrel Killbrew besok pukul 3 siang di ATI Santa Clara- Carrel akan menjelaskan pada anda mnengenai latar belakang apa yang terjadi dibalik RV770. Carrel akan menemui anda di lobi lantai 5
Chris

Email tersebut didkirimkan oleh Chris Hook, PR AMD. Saya bekerja dengannya sejak AMD belum mengakuisisi ATI. Saya selalu memujinya karena hebat dalam menggelar even, namun sangat buruk untuk mempertemukan saya secara langsung dengan teknisi- teknisi hebat AMD.
Belakangan ini Chris sedang berusaha untuk membuktikan bahwa saya salah . Chris mengerti bahwa saya tidak perduli dengan pesta- pesta maupun hal- hal lain yang dipaparkan oleh AMD selama konferensi pers. Saya hanya peduli akan produk dan hal- hal teknis dibaliknya. Awal tahun ini Chris memperbolehkan salah satu teknisinya untuk keluar dan berbincang dengan saya mengenai teknologi packaging dan manufaktur AMD. Chris hanya mendapatkan sedikit kepercayaan karena hal tersebut, namun akhirnya dia mengirimkan email di atas yang membuat saya nyaris tidak percaya.

Saya bertolak ke ATI Santa Clara untuk memenuhi undangan pukul 3 siang tersebut. Begitu keluar dari elevator ada seseorang memanggil nama saya dari belakang. Tidak ada seorangpun yang saya kenal, namun bukanlah hal yang luar biasa mengingat usia saya yang mulai menua, terutama setelah 12 tahun berada di bisnis ini. Untungnya hal tersebut bukan karena saya lupa, orang yang mengenali saya dari foto ternyata adalah Carell Kilbrew. Foto yang mana? Tidak tahu juga, mungkin AMD menyimpan foto- foto Derek, Gary dan foto saya di dinding hanya agar tahu harus marah pada siapa.

Kami berjalan sejauh 30 kaki menuju ruangan dengan sebuah meja dan beberapa kursi , dimana terdapat speakerphone di tengah meja. Di ruangan tersebut terdapat saya, Carell Kilbrew,Eric Demers, Mike Schmit dan Mark Leather.    Saya belum pernah bertemu sebagian besar dari mereka, meskipun namanya sering saya dengar. AMD dan ATI (sebelum diakuisisi), seringkali melakukan pekerjaan yang sangat buruk dalam memberikan kami akses terhadap orang- orang jenius di balik layar GPU mereka. Hal terbaik yang pernah kami peroleh adalah bertemu dengan orang- orang di bidang teknis pemasaran, atau terkadang kepala teknisi atau sejawatnya (baca : orang jenius bersertifikasi). Bagaimanapun pada hari itu,disaat saya libur, bersama- sama saya dalam satu ruangan teman dari teman dan orang pintar diantara orang- orang pintar AMD tanpa seorangpun dari Public Relation AMD yang “memberangus ” para teknisi.
Anda harus mengerti bahwa kebanyakan dari orang- orang yang kami ajak bicara mengenai GPU ada disana untuk “berjualan” pada kami dengan nada yang juga sangat “menjual”. Uraian singkat biasanya dimulai dengan beberapa slide di dinding, berbicara mengenai betapa pentingnya gaming, kemudian beberapa pembicaraan mengenai arsitektur, sedikit mengenai graphic cardnya, beberapa data tentang performa yang tidak pernah kami perhatikan dan slide tentang kesimpulan akhirnya. Bagi sebuah perusahaan yang mampu membangun produk yang membuat banyak orang terkejut dalam waktu yang relatif cepat,cara mereka berbicara tenstang produk mereka sangat lemah.
Carell sendiri sangat berbeda. Sebagai kepala teknisi RV770, GPU dibalik Radeon seri 4800, Carell adalah orang yang memang tepat untuk menjadi kepala teknisi dari sebuah produk untuk bermain video game. Carell memmulai pembicaraan dengan berkata bahwa semua yang dikatakannya adalah “on the record”, dengan asusmsi tidak ada seorangpun yang akan berkeberatan dengan hal tersebut. “kelihatannya cukup bagus”, pikirku.

Dia bertanya tentang apa yang ingin kami bicarakan sembari menwarkan beberapa pilihan, apakah tentang Trend GPU dan arsitekturnya, konversi video dengan bantuan GPU, atau cerita dibalik RV770.Pilihan terakhir yang diajukan Carell tidak pernah saya duga serta sangat menarik perhatian. Saat RV770 diluncurkan musim panas 2008 adalah saat luar biasa yang sangat kita syukuri bersama, RV770 mengacaukan pematokan harga yang dilakukan NVIDIA dengan memberikan kelas value antara $200 – $300. Saat menengok arsitektur dan melihat performa Radeon seri 4800, hanya dibutuhkan sedikit halaman untuk berbicara mengenai strategy penyusutan die yang dilakukan AMD yang pada akhirnya menghasilkan GPU RV770.

Selama 8 tahun terakhir AMD menghabiskan waktu membangun GPU yang ukurannya membesar. Namun dengan RV770, AMD membalik trend tersebut dan sayapun masih belum bisa memahaminya secara keseluruhan meskipun biasanya hal tersebut seringkali saya sebutkan. Misalkan tentang bagaimana perbedaan pendekatan yang diambil NVIDIA dan AMD.
Pabrikan seperti AMD biasanya berkata pada saya mengenai sesuatu ketiak saya sudah bertanya. Seperti ketika Nehalem memperkenalkan arsitektur cachenya, saya bertanya kenapa dan kemudian memnuliskannya untuk pembaca situs anandtech, hal yang sama terjadi pada arsitektur 4800. Saya dan Derek Wilson menghabiskan beberapa waktu untuk berulangkali menelpon dan mengirimkan email ketika membahas arsitektur RV770 agar review kami berimbang. Namun kami berdua lupa mengenai bagian terpenting RV770,yakni keputusan yang mendasari pembuatan GPU itu sendiri.

Saya sedikit kesulitan untuk menuliskan artikel ini, karena tidak ada grafik, chart dan arsitektur untuk dianalisa. Saya hanya harus duduk di kursi dan mendengarkan orang-orang ini, yaitu para teknisi AMD, berbagi dengan kami dalam waktu hanya 2 jam tentang 3 tahun terakhir dalam kehidupan mereka. Saya berharap bisa melakukannya dengan benar karena apa yang mereka katakan pada saya dalam ruangan tersebut adalah pertemuan terbaik bersama AMD atau ATI.

 

Pembukaan

Semua dimulai tahun 2001 yang lalu saat ATI, yang masih independen, sedang mengerjakan GPU R300 (Radeon 9700 pro). Jika anda senantiasa mengikuti perkembangan industri GPU, anda tidak akan pernah lupa dengan R300. Nvidia secara bertahap meraih kesuksesan dan tidak ada yang bisa dilakukan ATI untuk melengserkan sang raja. Radeon yang pertama adalah usaha yang bagus, namun buruknya dukungan driver dan tidak adanya keuntungan performa yang nyata ,membuat costumer senantiasa loyal terhadap NVIDIA . Radeon 8500 adalah kegagalan.; saat itu tidak ada yang mampu mengalahkan nvidia Geforce4 ti4200 yang juga berhasil di pasar mainstream, sedangkan Ti4600 adalah raja kelas High End.
Saat ATI menrima pukulan bertubi- tubi akibat kegagalan Radeon 8500, internal perusaahaan memutuskan bahwa untuk memenangkan pasar ATI harus meraih mahkota kelas tertinggi. Jika ATI mampu membuat GPU tercepat, mereknya akan dikenali dan meraih loyalitas yang diperlukan untuk menjual tidak hanya GPU High end namun juga model low end dengan harga yang lebih murah. GPU tersebut akan keluar untuk kelas High end terlebih dahulu, baru 6 – 12 bulan kemudian akan keluar turunannya untuk segmen pasar yang lebih rendah. Satu hal yang harus diingat pada saat itu patokan harga pasar untuk produk VGA High end adalah $399.
Untuk mengalahkan NVIDIA, penerus Raddeon 8500 harus menjadi GPU berukuran sangat besar. Radeon 8500 dibangun di atas proses manufaktur 0.15 micron dan memiliki 60 juta transistor;penerusnya,  R300, akan dibangun di atas proses yang sama, tetapi dengan 110 juta transistor –hampir dua kali lipat dari transistor 8500- tanpa penyusutan die.
Geforce4 sebagai hanya memiliki chip dengan 63 juta transistor dan bahkan NVIDIA belum berani membangun sesuatu yang demikian besar di atas node 150nm, penerus GF4 sendiri masih menunggu proses 0.13 micron.
Kita semua mengetahui bagaimana cerita selanjutnya, R300 dikemas dengan merek ATI Radeon 9700 pro dan mengalahkan Geforce4. Apa yang dilakukan intel terhadap AMD dengan Conroe,adalah sama dengan yang dilakukan ATI terhadap NVIDIA di tahun 2002.

To be Continued …..

Source : Anandtech

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s